Sabtu, 10 Juli 2010

Someday

Someday

I just want to meet you
I just want to talk with you
I just want to see you
But Someday that I never know

Someday I will break the rule
Only to meet you
Whatever happen to me
I just want to meet you

Someday I will fly away
To make the sky close away
Givin my sounds clearly
I just want to talk with you

Someday I change my glasses
To clearly seeing you
Make my word talking
I just want to see you

But I never know
When the someday come to me?
and I only know
everyday is only you

Sepi

Sepi

Malam penuh bintang
Bulan datang menemani
Entah mengapa sepi
Hari ini begitu sepi dalam hidupku

Terkadang ingin kulukis wajahmu
Agar kau dapat menemaniku
Di malam yang sepi
Entah mengapa begitu hening

Kubenci engkau sepi
Kenapa selalu begini?
Batin ini, jiwa ini
Terus bergejolak

Aku berada dalam kesepian
Kesepian yang mendalam
Entah sampai kapan?
Kesepian ini menyelimutiku

Sementara saja

Sementara Saja


Kau ungkapkan cinta ketika ku telah sayang
Kau berikan aku kasih saatku memeluk dirimu
Bahagia diri ini ketika saat itu terjadi
Namun hanya sementara saja

Kasih sayangmu hanya sementara
Membuatku hancur selamanya
Ungkapan cintamu sekejap saja
Memecahkan jiwamu yang rapuh ini

Aku tak menyangka kaulah orangnya
Yang membuatku cinta tapi tak ada
Mengorbankan seluruh jiwaku
Hinga tak berharga untukmu

Menyesal ku mengenalmu
Mungkinkah dahulu hatiku bisu
Tak dapat berbicara sebenarnya dirimu
Yang mencintaiku sementara saja

kamu 1

Kamu

Kamu bisa bernyanyi di hatiku
Kamu bisa menari di anganku
Kamu yang memberi kedamaian
Kamu yang tak bisa kulupakan

Hanya kamu, aku terus bertahan
Untukmu, segalanya kuberikan
Memang dirimu yang kuinginkan
Walupun ku hanya bisa berangan

Jangan pergi dari anganku
Ku tak mau kehilanganmu
Walau hanya ada bayangmu
Namun bahagia bagiku

Bila sampai waktuku
Hanya kamu yang kumau
Karena satu cintaku
Hanyalah untukmu
Palsu


Mencintaimu adalah kebodohanku
Hingga aku tak pintar menyadarinya
Bahwa kau tak mungkin mencintaiku
Sampai kapanpun aku takkan tahu

Memikirkanmu tak penting bagimu
Karena aku hanya kau anggap debu
Yang datang dan berlalu
Tapi kau tak terganggu

Kau hanya kepalsuan dalam hidupku
Memberi pesona ketika aku pilu
Sehingga ku terpesona padamu
Ketika itu pula kau bunuh diriku

Selama kau masih ada di benakku
Ku tak yakin diriku akan sadar
Dan hati ini tak bisa ingkar
Bahwa kau hanya palsu

onetime

Onetime



Pagi ini sang fajar menyinari bumi disertai kehangatannya yang melebihi apapun termasuk hangatnya kasih sayang yang kurasakan. Tetapi aku selalu bisa memberi diriku sendiri sebuah harapan yang sangat besar untuk bisa memulai hari ini dengan semangat yang mungkin berkobar karena hangatnya mentari. Aku? Mengapa harus Aku? Mengapa bukan dia?
Sebuah pertanyaan yang selalu aku ungkapkan ketika melihat seseorang yang ingin kulihat atau bahkan tak sengaja kulihat.

Berapa kalipun aku mencoba berpikir, apa yang kupikirkan selalu membuat aku kembali berpikir lagi. Aneh memang yang terjadi, tapi itulah realita yang kualami. Semua mungkin berpikir bahwa aku terlalu bodoh untuk berpikir atau terlalu pintar untuk menjadi pintar. Tapi aku hanya manusia biasa bukan manusia super yang ada di dalam khayalan manusia biasa itu sendiri. Jadi beri aku jawaban mengapa ini begini? dan mengapa itu begitu?
Sehingga aku bisa mengetahui bagaimana aku harus menjawab pertanyaan yang tidak bisa kujawab.

Aku memulai sesuatu mungkin dengan hal yang tidak berguna, sehingga takkan ada yang mau menggunakan hal itu. Sehingga hanya bisa menjadi sebuah, seonggok, secercah kenangan yang tidak bisa dikenang. Lalu apa yang harus kuperbuat kemudian? Ketika semuanya hanya menjadi palsu, takkan ada yang memalsukan namun begitu menipu sang penipu. Butuh waktu untuk beranjak dari kebingungan tngkat tinggi ini karena semua yang membingungkan takkan membuat bingung seseorang yang telah bingung.

Pernah aku mengetahui sebenarnya apa yang telah diwujudkan olehku itu seperti mimpi yang terwujudkan olehnya. Membuatnya seperti kehilangan nafsu untuk menahan hawa nafsu yang datang. Membuat tubuhnya diam di pojok bangunan yang telah hancur secara diam-diam. Rentangkan angannya setinggi mungkin sehingga dia dapat terbang menerbangkan dirinya yang telah diterbangkan oleh tingginya angan.

Jangan beri aku sebuah tulisan yang mungkin aku tidak bisa menulisnya. Karena hanya bisa membuat aku seperti orang bodoh yang dibodohkan oleh keadaan yang membuatnya seperti tidak ada di dunia ini. Beri aku satu petunjuk yang menunjukkan bahwa aku telah menunjuk dia sebagai orang yang akan ditunjuk untuk memberi petunjuk.

Hitam putih duniaku seperti sebuah buku yang sampulnya kehitaman tetapi tulisan didalamnya tidak keputihan seperti memutihkan baju yang terkena noda karena telah dinodai. Birunya langit seperti cerminan dunia ini yang telah mengharu biru karena mencerminkan sesuatu yang mendunia. Kalau hanya warna yang mewarnai hidup ini, maka apa yang harus kuperbuat untuk menghidupkan apa yang telah dilukiskan oleh seorang pelukis? Masih terus menjadi pertanyaan yang mendalam serta sangat dalam untuk didalami selama mungkin.

Kalau bisa aku terus berlari sampai aku tak mengerti mengapa aku harus lari dari pelarian. Kalau aku harus bertanggung jawab, apa yang kujawab selalu saja penuh perhitungan serta pemikiran yang tak perlu dipikir dan dihitung. Aku harus bagaimana? Apakah itu yang kuucapkan ketika tak ada yang berucap sepatah katapun dalam ucapan itu.

Gundah gulana itu kata orang yang hidup dalam kegundahan untuk kehidupan yag selalu mengejutkan siapapun yang terkejut karenanya. Tangisan seseorang yang ditangisi menjadikan menangis itu sesuatu perbuatan yang selalu dibuat oleh orang-orang yang takkan mengerti apakah dia dapat dimengerti.

Jika harus diakhiri, sampai kapan ini akan berakhir? Kalau aku saja tidak dapat mengakhiri seuatu yang telah kumulai sejak awal sampai sang pengawal membawa semua ini untuk mengawali kembali apa yang telah kukembalikan. Dengan ini aku berpikir kalau aku bisa membuat ini menjadi kenyataan maka aku harus bermimpi sebelum aku tertidur dan memimpikan apa yang kupikirkan.

Selama aku masih bernafas, selama aku masih memiliki harapan, selama aku tak menjadi ampas dalam kehidupan, selama apapun itu, aku tak ingin berlama-lama menjadi seorang yang tak berguna yang selalu digunakan oleh orang lain untuk melakukan hal-hal yang mungkin diluar batasku dan diluar batasan mereka yang hanya bisa membatasi ruang gerak hidupnya yang sebenarnya akan tetap hidup walau mereka tak bisa menghidupinya.

kamu

Menahan perasaan


Aku, kebodohanku
Yang ada di dekatmu
Yang selalu disampingmu

Kamu, dan pesonamu
Yang membius diriku
Yang membuat diriku

Selalu menahan perasaanku
Untuk ungkapkan cintaku
Untuk buktikan sayangku
Hanya kepadamu

Kamu, kekuatanmu
Mengahancurkan batinku
Mengehentikan niatku
Untuk mendapatkanmu

Tugas yang lumayan berat

HumaMean
( It’s not a Biography, It’s a Biograyphy)







Nama: Humam Kholis
No. Registrasi: 2615081613
No. Handphone: 085694998568
e-mail: umzzz_zzz@yahoo.com





1. Passion yang saya miliki adalah keterbukaan, hal ini yang begitu kuat dalam diri saya. Sebagai contoh:
Ketika saya mengalami masalah saya bukan tipe orang yang menyimpannya sendiri, saya lebih suka menceritakan kepada seseorang meskipun orang tersebut hanya mendengarkan. Begitu pula sebaliknya, ketika teman saya ada masalah saya ingin mengetahui masalah tersebut seluruhnya tidak ada yang ditutupi sekecil apapun. Saya tidak suka menyimpan rahasia tapi saya bukan orang yang membocorkan rahasia orang lain. Keterbukaan bagi saya amatlah penting dalam hidup saya, karena itu adalah awal dari kejujuran yang bagi saya masih sulit untuk menjadi passion yang benar benar kuat di diri saya.

2. Visi saya adalah:
Menjadi anak yang…
-Disayang dan Menyayangi: Sangat penting bagi seorang anak agar dapat menyeimbangkan segala perasaan yang dialaminya.
-Mencontoh agar jadi Contoh: Mencontoh hal-hal positif dari lingkungan keluarganya bisa menjadi modal yang baik untuk jadi Contoh dalam keluarganya.
-Selektif dalam berperilaku: Meilih-milih perilaku bukan berarti mengambil hal-hal yang baik saja artinya anak harus berperilaku seperti seorang anak pada dasarnya.

Menjadi Mahasiswa yang..
-Aktif: Sangat penting untuk Mahasiswa agar tidak tertinggal dengan yang lain -dalam hal apapun termasuk di bidang pembelajaran.
-Bijak: Mahasiwa yang bijak itu berarti mahasiswa yang Tahu di Tahunya.
-Cerdas: Dapat berpikir cepat dan tepat sangat dibutuhkan bagi seorang Mahasiswa.
-Dinamis: Dapat menyesuaikan diri dengan segala keadaan terutama dalam berorganisasi adalah hal yang penting bagi seorang Mahasiswa.


Misi saya sebagai seorang anak adalah:
-Menyayangi keluarga dengan tulus.
-Hormat dan Patuh terhadap orang tua..
-Mendoakan seluruh keluarga.
-Berusaha yang terbaik untuk menyayangi keluarga saya dengan tulus agar keluarga saya dapat memberi kasih sayang yang terbaik untuk saya.

-Saya dapat mencontoh hal-hal baik yang orang tua saya berikan agar kelak saya bisa jadi contoh untuk keluarga saya.

Misi saya sebagi mahasiswa adalah:
-Mengikuti setiap kegiatan pembelajaran dan organisasi.
-Mendapatkan hasil yang baik dalam bentuk nilai.
-Berprestasi di bidang kemahasiswaan.
-Menyelesaikan permasalah yang ada pada diri sendiri dan kelompok dengan sebaik-baiknya.

3. Saya adalah seorang Phlegmatis itu terlihat dari sifat saya yang pendiam. Saya lebih suka menyendiri dan saya mudah menerima apapun masukan dari orang lain. Saya juga mudah bergaul dengan siapa saja walaupun saya lebih banyak diam. Tetapi tidak seluruhnya saya phlegmatis karena saya juga memiliki sifat melankolis pada diri saya, ini terlihat dari kebiasaan saya. Saya mudah sekali terpengaruh emosi, ketika ada hal yang sedih saya bisa saja menguraikan air mata. Ketika ingin melakukan sesuatu saya selalu merencanakan sebelumnya, dan yang terpenting saya sangat suka dengan seni apalagi musik.
Gaya belajar saya adalah visual dan kinestetik, karena ketika belajar saya lebih suka melihat dan mempraktekan hal tersebut agar saya dapat mengingatnya.
Saya juga suka menggerakkan bagian tubuh saya ketika belajar agar lebih rileks.
Saya juga seorang yang Kongkrit Acak terlihat ketika saya sedang mengerjakan tugas, saya hanya terpaku pada tugas itu tetapi saya bisa melakukan hal yang lain dalam waktu yang bersamaan.
4. Hak untuk Dimengerti yaitu seorang guru memiliki hak untuk memberi pengertian kepada murid dan murid seharusnya mengerti apa yang diinginkan oleh guru. Aplikasi dari hal ini dalam keadaan saya sebagai seorang yang phlegmatis misalnya, ketika saya mengajar murid-murid dan kebanyakan murid tidak memperhatikan saya malah membuat kegaduhan, saya tidak akan menegur murid-murid itu dengan berteriak mengalahkan suara mereka tetapi saya hanya “diam” dan memmberhentikan proses KBM sementara sambil memandangi murid-murid yang membuat kegaduhan dan akhirnya mereka menyadari bahwa mereka bersalah baru saya member himbauan kepada mereka setelah suasana kembali tenang.
5. a. Membuka pola pikir murid: yaitu membuat murid mengubah tujuan mereka selama ini yang salah dalam belajar dan membimbing mereka serta memberi pencerahan.
b. Memberi wawasan kepada murid: murid tidak hanya diberi pelajaran saja tapi dengan pengalaman guru dapat membuka dan memberi wawasan baru kepada mereka.
c. Mengatur suasana: artinya guru memiliki hak untuk mengatur suasana belajar agar KBM menjadi nyaman dan menggairahkan.
6. Istilah lain yang saya berikan pada Bab 2 adalah “17” karena angka ini begitu sempurna dalam hidup manusia. Ketika berumur 17 tahun manusia dapat menentukan tingkat kedewasaannya dan Manusia tidak pernah melupakan masa-masa ketika mereka berumur 17 tahun. Bab 2 pun memberikan kedewasaan dalam menjadi seorang Quantum Teacher dan ketika kita sudah mempelajarinya, Bab 2 tidak akan terlupakan oleh seorang Quantum Teacher.
7. “Kekuatan Terpendam Niat” bagi saya adalah “Kekuatan Terpendam Harapan”
Alasannya begitu sederhana, semuanya bermula dari Harapan. Niat itu adalah harapan bagi kita untuk melaksanakannya dan ketika kita berharap maka apa yang akan kita lakukan pasti terkabul. Maka tidak ada suatu hal yang terkabul sebelum harapan itu ada.


8. “Segalanya Berbicara” ( segalanya penting ):
a. Guru bebas berekspresi dalam bentuk apapun terhadap muridnya.
b. Guru mengerti kendala yang sedang dialami muridnya dalam belajar.
c. Guru memperhatikan bagaimana penampilan fisik murid-muridnya.

“Segalanya Bertujuan” (segalanya harus jelas tujuannya):
a. Guru memberikan hadiah kepada muridnya yang mendapat nilai bagus, tujuannya untuk memotivasi murid tersebut serta murid lainnya untuk mendapat hasil yang baik.
b. Guru membebaskan siswa untuk mendengarkan musik dalam pelajaran, tujuannya agar siswa dapat lebih nyaman belajar dan lebih konsentrasi.
c. Guru memberikan tugas dalam bentuk praktek ke murid, tujuanya agar murid dapat lebih mengerti tentang apa yang sedang ia pelajari.

9. Ciri suasana pembelajaran yang menggairahkan menurut saya sebagai mahasiswa adalah :
a. Talkative : artinya suasana belajar mengajar tidak hanya terpaku kepada guru saja untuk menjelaskan, tetapi terjadi dialog dalam KBM.
b. Sepadan : artinya guru bisa menjadi teman murid di dalam dan luar kelas tetapi murid masih memiliki batasan kepada guru.
c. Bertanggung Jawab : artinya apapun yang dilakukan guru dan murid mereka memiliki tanggung jawab bersama untuk membuat KBM berjalan lancer dan menyenangkan.
Cara yang digunakan adalah:
a. Membuat sebuah permainan dialog yang meibatkan murid, memberikan humor-humor kepada murid agar murid tidak tegang, mencoba memberikan kesempatan kepada murid untuk membuat pertanyaan bukan menjawab pertanyaan.
b. Membantu menyelesaikan masalah yang dialami murid, mengerti psikologis murid, menjadi figur teman yang bisa diajak untuk sharing, memberi nasihat-nasihat yang bagi murid bukan suatu paksaan.
c. Membuat aturan-aturan bersama murid sebelum dimulai KBM, Menentukan batasan-batasan yang harus ada agar murid dan guru tidak “Kebablasan.”

10. Ketika saya sudah menjadi seorang Quantum Teacher maka hal yang akan saya lakukan adalah:
Dari segi mental psikologis: menjadi seorang Quantum Teacher yang tegas dalam bersikap, bersahabat dengan siapapun, memiliki daya tarik, sehingga murid dan setiap orang di lingkungan tersebut juga “Segan” terhadap saya.
Dari segi intelektual: Kaya akan pengalaman, Kreatif dan Menerima masukan-masukan baru.
Dari segi fisik:: Serasi yaitu sesuai dengan apa yang digunakan tapi memiliki ciri khas agar murid dapat lebih mengenali saya.

Hujan hari minggu

Hujan Hari Minggu


Hari yang cerahku menghilang
Saat awan hitam mengahalang
Ketika harapanku datang
Saat itu pula menghilang

Aku tak tahu engkau
Memberi janji di hari minggu
Yang sebenarnya hari kelabu
Karena datangnya hujan hari minggu

Semoga tak ada tangisan hari ini
Walau rintikan hujan mulai menari
Dan awan gelap mengeluarkan bunyi
Yang sangat menyayat hati

Semoga hujan hari minggu
Pergi cepat berlalu
Agar akau dapat bertemu
Dirimu di tempat itu

Hanya Untukmu

Hanya Untukmu


Pertama kali kusadari
Bahwa engkau hanyalah cintaku
Yang hanya ada dirimu
Di setiap mimpiku

Aku mau memberi malamku padamu
Jika engkau kesepian
Agar bintang malamku
Menemani sepi tidurmu

Aku rela memberikan segalanya
Aku mau mengorbankan seluruhnya
Hanya untukmu
Hingga akhir hayatku

Hanya untukmu aku hidup
Hanya untukmu juga aku mati
Walau aku tak dapatkan cintamu
Tapi aku bisa bahagia karenamu

erste lied

Du

Wenn ich mich nicht irre
Du gibst die Welt liebe
Du bringst viele spass in meine lebe
Denn ich kann liebe haben

Du ist meine Wort
Weil ich der brief schreiben
Du ist meines Musik
Weil ich hoeren es wenn ich singe

and

Dan

Dan ketika waktuku tiba
Seorang itu menemuiku
Berjalan dengan langkahnya yang hampa
Menyiratkan keadaan yang meragu

Dan disaat aku berpapasan
Wajah sendunya nampak kasihan
Mengiris hati yang murni
Merusak pikiran kosong ini

Dan ketika waktunya telah lewat
Hanya ada sebuah tempat
Untuk tetap memutar otak
Akan segala yang terjadi

Dan ketika kutulis kembali
Cerita yang kualami
Tetap saja tak memberi jawaban
Akan sebuah pertanyaan yang berangan..

novel nggak niat

C n S
(Harapan Menuju Akhir)

Awal, kumpulan huruf yang ketika dibaca keseluruhan memiliki arti yang sangat bijak ketika disadari. Awal, sebuah kata yang melambangkan harapan dari sesuatu yang mungkin akan berakhir. Berawal dari sebuah filosofi bijak tentang permulaan, maka aku akan mengawali sebuah cerita yang memiliki awalan untuk menuju ke akhir…

Ketika terbangun dari pagi yang masih redup, aku mencoba menduga-duga apa yang harus aku awali hari ini. Karena aku tak ingin merasa bosan atau jenuh akan kehidupanku. Karena aku tak mau membuang-buang hariku dengan kejadian yang sama.
Saat pagi itu mulai menunjukkan sinarnya aku telah memulai melakukan aktivitas yang sedikit berbeda dari kemarin. Kemarin, aku hanya bangun untuk beribadah kemudian kembali ke tempat tidur. Hari ini,aku tetap beribadah namun setelah itu aku masih melakukan kegiatan, aku mandi, sarapan pagi lalu mendengarkan lagu dari komputer yang membuatku mengantuk dan tertidur. Setelah terbangun kembali, aku hampir tak melakukan kegiatan apapun selain bernyanyi sambil mendengarkan koleksi lagu di komputer. Setelah terpikir untuk melakukan kegiatan yang berbeda maka yang ada di benakku hanyalah mengungkapkan apa yang kupikirkan lewat tulisan. Maka dimulailah sebuah harapan menuju akhir…

“C n S” terdengar seperti sebuah majalah yang diterbitkan oleh suatu lembaga pendidikan bahasa asing. Tapi sebenarnya judul ini tak berhubungan sama sekali dengan lembaga pendidikan tersebut. Bahkan aku pun kursus di lembaga pendidikan bahasa asing saingan dari lembaga tersebut. Kembali lagi ke prolog, kisah ini menceritakan sebuah perjalanan khayalan seorang cancer yang bertemu dengan sagitarius disaat khayalanya semakin tinggi.

Cancer
Seorang wanita yang berparas manis dan suka sekali berkhayal tentang apapun yang terbenak dalam pikirannya, entah kehidupannya sewaktu kecil, kisah cintanya, masa depannya bahkan kehidupan yang belum pernah ada di dunia ini. Umurnya masih mendekati dewasa namun sifatnya yang begitu dewasa membuat ia menjadi wanita yang paling dikagumi. Ia berkuliah di sebuah perguruan tinggi negeri, entah mengapa yang dipilihnya adalah jurusan bahasa. Jauh sekali dari yang ia khayalkan sebelumnya, ia ingin berkuliah di jurusan komunikasi. Menjadi seorang pembaca berita adalah khayalannya yang paling tinggi ketika itu. Namun khayalannya yang tidak ada habisnya membuat ia menikmati jurusan yang ia pilih dengan khayalannya yang aneh, indah dan menakjubkan. Ia berkhayal ketika ia telah menyelesaikan kuliahnya, ia akan meneruskan kuliah di luar negeri dan mengambil jurusan komunikasi. Namun ia tak ingin menjadi penyiar berita lagi, ia ingin bekerja di sebuah stasiun tv. Cancer adalah anak pertama, ayahnya adalah seorang guru yang sangat ahli di bidang matematika. Bakat itu sempat menurun kepadanya namun suatu kejadian memaksanya menghentikan khayalannya menjadi guru matematika seperti ayahnya. Ibunya, seorang ibu yang sangat sempurna baginya karena ia tak pernah bisa mengkhayalkan apa yang terjadi setelah ibunya tiada. Cancer memiliki seorang adik laki-laki yang sifatnya sangat berbalik dengan sifatnya. Adiknya bernama Juno. Juno memiliki karakter yang keras, arrogan tapi sangat takut dengan ayahnya. Cancer dan juno tidak pernah memiliki pemikiran yang sama. Mereka selalu memiliki jalan yang berbeda dalam mengambil suatu keputusan. Tapi mereka bisa bersatu ketika mereka berada dalam kondisi yang mengharuskan kerjasama mereka berdua. Kembali ke cancer, ia begitu menyukai traveling sehingga hampir setiap waktu ia bisa traveling di manapun di dunia khyalannya itu. Berkhayal tak membuatnya lupa akan dunia nyata, apa yang ia khayalkan selalu berhubungan dengan kejadian yang ia alami. Sampai suatu ketika datanglah Sagitarius..


Sagitarrius
Seorang pria yang baru berumur 17 tahun, bertubuh tinggi dan sedikit gemuk. Ia memakai kacamata minus 6 yang terlihat agak tebal dan memperlihatkan seolah ia adalah seorang yang pintar dan baik. Sifatnya sulit ditebak, namun yang terlihat ia adalah seorang yang periang, baik dan ramah. Tarrius begitu panggilannya, ia kuliah di tempat yang sama seperti cancer. Tapi ia setahun lebih muda dari cancer. Ia mahasiswa baru di jurusan itu. Tarrius hidup hanya berdua dengan Ibunya, ia adalah anak satu-satunya. Ayahnya telah lama menghilang ketika ia baru berusia 7 tahun. Tak ada satupun kebenaran tentang kabar ayahnya, ada yang bilang ayahnya telah tewas, ada yang bilang juga ayahnya sedang melakukan perjalanan keliling dunia. Ibunya hanya bisa memberitahu kalau ayahnya telah hilang entah kemana. Namun kehidupan Tarrius sangatlah Berkecukupan. Ia tinggal di sebuah apartemen di tengah kota, apartemen tersebut telah diwariskan oleh kakeknya kepada Tarrius. Kakeknya adalah seorang pengusaha tersukses di Indonesia. Kakeknya hanya memiliki seorang anak, yaitu ayah Tarrius. Sehingga segala kekayaan yang dimiliki kakeknya pasti hanya turun ke ayahnya. Tetapi setelah hilangnya ayah Tarrius, otomatis semua warisan tersebut langsung turun kepada Tarrius. Karena Tarrius masih belum cukup untuk mengelola segala aset yang dimiliki kakeknya maka untuk sementara ibu Tarrius yang mengambil alih. Tapi kekayaaan itu malah membuat Tarrius menjadi begitu merendah. Ia yang seharusnya bisa kuliah di universitas terbaik di dunia, malah memilih kuliah di universitas negeri yang kualitasnya standar. Bahkan ketika bepergian ia tidak pernah menggunakan kendaraan pribadi, menurutnya angkutan umum adalah kendaraan terbaik di dunia. Karena disana ia dapat bertemu dengan banyak orang yang berbeda dari setiap perjalanannya. Dan di saat ia bertemu dengan Cancer..

Secangkir Teh Manis Hangat
Secangkir teh manis hangat yang khas buatan Cancer telah membangkitkan suasana pagi keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak. “Ayah hari ini mengajar di kelas berapa?” Cancer membuka dialog pagi keluarga itu. Begitulah yang dilakukan keluarga itu setiap pagi, setelah beribadah dan membersihkan diri mereka berkumpul di meja makan, menikmati sarapan pagi dan Teh manis hangat khas buatan Cancer serta melakukan dialog pagi. Memang mereka tidak membicarakan hal-hal yang begitu serius malah terkadang hanya membahas apa yang diimpikan sewaktu tidur. Tapi karena itu keluarga ini menjadi begitu harmonis, walau tinggal di rumah kontrakan yang berada di ujung gang tetapi mereka menikmatinya. Karena, suatu kebahagian bagi mereka bukan dinilai dari materi yang nyata tetapi materi khayal yang ada di dalam hati mereka. Kekayaan hati merekalah yang membuat keluarga ini terlihat sempurna. Bahkan ketika keluarga lain sedang terlelap tidur saat pagi mulai datang, mereka telah selesai melakukan aktivitas pagi mereka. “Hari ini ayah ngajar di kelas 2 ips, seperti biasa anak-anak tanggung bulan.” Jawab ayah dengan candanya yang membuat dialog pagi ini sama hangatnya dengan teh manis hangat khas buatan Cancer. Mr. KS begitu panggilan akrab murid-murid yang diajar ayah Cancer. Namun inisial KS bukan berasal dari nama aslinya Kogi Sanjuna tapi singkatan dari “Kalkulator Super” karena kepandaiannya mengajar matematika. Pak Kogi begitu panggilan akrabnya, mengajar di sebuah sekolah negeri di pusat kota. Ia telah 15 tahun menjadi guru di sekolah itu, sempat ia dipromosikan menjadi kepala Sekolah namun ia menolaknya karena baginya membuat murid mengerti matematika adalah hal yang lebih berat daripada memberi tanda tangan persetujuan proposal acara sekolah. “ya sudah ayah pergi dulu ya, kamu jangan lupa tugas kamu Juno! Cancer!” Seru pak Kogi. “Sip bos!” anak2 menyahut kompak.
Pak Kogi pergi dengan memakai motor yang sudah tidak baru namun selalu dirawatnya.

Aku tak ingin Romantis

Aku tak ingin Romantis


aku bukan penyair

yang menulis lirik-lirik indah di atas kertas

aku bukan musisi

yang bisa membuat lagu yang menyentuh hati


mungkin kau anggap aku penyair

karena aku dapat membuat puisi

tapi hari ini bukan saatnya

karena aku tak ingin Romantis


Memang aku bukan musisi

Namun kau selalu memintaku menyenandungkan namamu

Tapi hari ini bukan waktunya

Karena aku tak ingin Romantis


Bila kau bertanya mengapa

Aku tak mungkin menjawab karena

Kali ini saja sayang

Aku tak ingin Romantis

Jumat, 09 Juli 2010

I hate Writing!

I hate writing since i was child. Menulis itu merupakan kegiatan yang paling rumit waktu gw kecil. kenapa? simple! gw nggak ikut TK! langsung SD!
Dan hal itu berakibat ke tulisan gw, masih inget hari pertama gw sekolah gw disuruh tulis angka 9 dan jadinya malah kaya rolade yang dimakan setengah aja.
sampe saat itu gw benci buat nulis pake tangan gw sendiri.

It just a prolog, awalnya si begitu, tapi gw tetep tulis pake tangan gw sendiri sampe sekarang. Walaupun yang bisa baca cuma gw dan Tuhan Yang Maha Esa. Tapi sejujurnya gw suka banget nulis sesuatu. sesuatu yang bisa nunjukkin perasaan gw saat itu, sesuatu yang bisa menghibur gw saat itu, dan sesuatu yang bisa ngingetin gw sama masa-masa itu.

Tapi entah kenapa menulis itu berat banget buat gw, i wanna make it my hobby but i can't.
mungkin faktor gw juga yang pemales atau dunia ini yang males buat baca? gw gatau yang mana yang bener. tapi yang bener kalo gw mau nulis pasti karena beberapa faktor dibawah ini:
1. Gw mau mencurahkan sesuatu.(Curhat)
2. Gw lagi mood buat nulis.
3. Gw nggak punya kerjaan di rumah.
4. Gw terpaksa nulis.
5. Gw khilaf!

Semuanya pasti juga dirasain orang yang mau nulis sesuatu, tapi gw punya kriteria tulisan apa si yang mau dibuat sama seseorang berdasarkan kriteria yang sama kaya gw. Check this out:
1. Yang pertama pasti "Karangan bebas banget" yang ngungkapin unek-unek si penulis, yang dirasain sama penulis, sama yang bisa nunjukin apa maunya tuh penulis. tulisan ini bisa dalam Bentuk Novel, Cerpen, Cerpen banget, sama Puisi. kalo gw biasanya poin yang terakhir yang paling sering gw buat.
2. Yang kedua itu biasanya "Karangan nyata" maksudnya apa yang dibuat sama si penulis itu masih bisa masuk sama otak si pembaca tapi tetep aja masih ada sedikit sedikit ngarang.
Bentuknya ga beda jauh tapi yang kedua ini lebih sedikit peminat dari yang pertama.
* Tulisan gw sekarang ini contohnya.
3. Yang terakhir itu "bukan Karangan" soalnya penulis biasanya meneliti dulu apa yang mau dia tulis terus kalo berhasil penelitiannya langsung dipamerin dulu (sombongin keberhasilannya) baru deh ditulis. Bentuknya beda sama dua poin diatas, kalo yang ini bentuknya karya ilmiah dan saudara saudaranya.

Sekian dulu ya topik ini, berhubung udah adzan maghrib dan gw laper jadinya gw lanjutin kalo gw punya kesempatan nulis.
Bis Bald!
-Humamean-

Senin, 08 Februari 2010

Mau Beasiswa?
coba buka web ini:
-http://www.rumahbeasiswa.com/
-http://www.lowonganbeasiswa.com/
-http://www.lautanindonesia.com/forum/pendidikan-%28sekolah%29/info-beasiswa-2010-lengkap-59279/

Rabu, 27 Januari 2010

kamu

KAMU
Setiap saat yang berlalu
Setiap hari yang sendu
Semuanya begitu menipu
Ketika ada kamu

Wanita yang kupuja
Menanti kamu di ujung jalan
Seorang pemuda separuh baya
Yang membuat derai angan

Jika ada yang mengganggumu
Aku siap melindungimu
Meski nyawaku menghilang
Aku akan membuatmu senang

Terlihat bahwa kamu
Memang seorang pujaan
Yang membuat kamu
Menjadi idaman

Berapapun waktu yang kubuang
Aku takkan menyesal
Meski selalu ada perang
Yang terus mengubah khayal

Kamu begitu berarti
Saat aku merasa sendiri
Kamu begitu sempurna
Membuat diriku terlupa

Selama itu Kamu
Selama Kamu disitu
Tolong berikan aku
Cinta sebenarnya Kamu

Terus diriku memujamu
Meski mentari pergi berlalu
Terus diriku mengagumimu
Walau aku bukan milikmu



Ketika itu Kamu
Menampakkan senyum manismu
Maka saat itu aku
Terpedaya hingga tak sadar waktu

Kamu bukan satu-satunya
Kamu bukan yang terbaik
Kamu hanya seorang wanita
Kamu hanya wanita baik

Tapi itulah Kamu
Seakan sempurna dimataku
Walau mereka mengingkarinya
Itu hanya klise mereka

Memberimu sebuah pujian
Takkan berguna jika hanya sebuah
Mungkin kamu akan terheran
Atau bahkan pipimu memerah

Beri aku waktu hanya sedetik
Untuk lihat wajahmu cantik
Karena itu begitu menarik
Bahkan sampai diriku tercekik

Kamu pernah bercerita
Kisah hidupmu yang kelam
Bahkan aku tak bisa
Tidur disaat malam

Karena Kamu begitu sedih
Aku pun merasa risih
Hingga menetes air matamu
Aku lebih merasa haru

Jika aku mampu
Memohon sesuatu padamu
Aku hanya meminta Kamu
Untuk terus tersenyum padaku

Karena senyummu bangkitkan asa
Melihat senyummu seakan menggoda
Karena bibir tipismu itu
Membangkitkan nafsu batinku

Meskipun itu hasratku
Takkan kulakukan jika Kamu
Merasa aku bukan untukmu
Bahkan bukan kekasih sejatimu

Wanita itu Kamu
Wanita yang memberi warna
Wanita yang mengubah aku
Wanita yang melengkapi hidupku
Wanita itu Kamu

Dengarlah wahai Kamu
Penggerak denyut nadiku
Suara merdu ditelingamu
Itu adalah ungkapan hatiku

Jika itu mengganggumu
Segera tutup telingamu
Pergi menjauh dari suara itu
Dan tinggalkanlah diriku

Semoga itu tak terjadi
Karena aku yakin Kamu
Takkan meninggalkanku disini
Meski kamu mau

Di wajahmu tersirat inginku
Di hatimu terbenam khayalku
Kamu memang dewiku
Kamu terindah Untukku

Kuingin Kamu tahu
Aku menginginkanmu sejak dulu
Kuingin Kamu tahu
Takkan pergi diriku darimu

Meski kamu menampar dengan keras
Meski kamu semakin memanas
Tapi aku takkan membalas
Walau aku bisa tewas

Tapi itu takkan mungkin
Karena Kamu wanita
Bahkan walau mungkin
Kamu takkan tega

Takkan sampai disini
Akhir ceritaku padamu
Walau saat ini
Tak ada aku disampingmu

Pergi dengan bayangmu
Begitu menyenangkan
Apalagi dengan nyatamu
Buatku begitu terkesan

Siapa bilang itu Kamu
Yang bermain dengan perasaanku
Mereka mungkin tak mengerti Kamu
Bahkan mengenal namamu

Aku tahu ketika kamu
Berada disisiku selalu
Aku pilih Kamu
Karena hanya Kamu

Meski perih untukku bertahan
Meski takkan sanggup untukmu melawan
Tapi aku yakin ada keajaiban
Yang membuat kisah kita bertahan

Demi langit aku memohon
Untuk lindungimu sampai kapanpun
Bahkan membuatmu merasa aman
Ketika membuat kisah kita bertahan

Demi langit aku memohon
Untuk lindungimu sampai kapanpun
Bahkan membuatmu merasa aman
Ketika Kamu sendiri berjalan

Berteriaklah Kamu ketika takut
Tersenyumlah Kamu ketika senang
Semoga ekspresimu itu
Buat harimu lebih hidup


Seakan kamu tahu bahwa
Dirimu bukanlah wanita lemah
Bukan pula manusia hina
Yang hanya dipuja ketika jaya

Berjalanlah Kamu di jalan yang ramai
Buat orang disekitarmu menatapmu dalam
Bahkan hanya diam dan merasa iri
Lalu mereka terbang dan tenggelam

Secara otomatis diriku tersihir
Bahkan seakan terkutuk oleh cinta
Karena Kamu membunuhku
Membunuh benciku akan cinta

Semuanya tidak nyata
Ketika mencintaimu
Semua itu khayalan
Untuk memiliki Kamu

Kamu mengajariku semua rasa
Yang selama ini ku tak punya
Kamu menerangi perjalananku
Yang selalu berliku dibuatnya

Hanya Kamu yang bisa
Hanya Kamu yang mengerti
Hanya Kamu yang tahu
Hanya Kamu yang kumau

Ketika bertambah darimu
Sesuatu yang baru
Yang bisa membantumu
Mengerti arti hidupmu

Itulah aku yang milikimu
Itulah aku yang menyayangimu
Itulah aku yang memujamu
Itulah aku yang cintaimu

Kamu tersedu memandang langit
Kamu tersipu ketika kurayu
Kamu terpana menemukan cinta
Kamu terperangkap semu

Aku mengajakmu untuk pergi
Namun Kamu membisu
Kemudian termangu sepi
Ada apa denganmu

Seberapa pantaskah aku untukmu
Mungkinkah aku bisa menunggumu
Mampukah aku menggantikan kekasihmu
Sanggupkah aku meyakinkan cintaku padamu

Seminggu, setahun, sewindu akan kutunggu
Walaupun kesepian yang bisa menemaniku
Betapapun aku cinta padamu
Tapi apakah kamu mencintaiku

Takkan pernah habis waktuku
Takkan pernah usai harapku
Takkan pernah pergi ku darimu
Takkan pernah seorangpun menggantikanmu


Adakah kamu rindu padaku
Meski aku bukan dirinya
Adakah kamu menyayangiku
Meski Kamu memilikinya

Biarlah kusimpan cintaku ini
Hingga dunia ini berganti
Bahkan ketika sang Fajar pergi
Cintaku takkan ikut menemani

Sampai nanti aku berada disisimu
Aku akan terus mengabadikan cintaku
Meski takkan pernah bisa
Kuyakin kamupun merasa

Tak mungkin ku melepasmu
Yang mau pergi dariku
Meski harus memaksa
Cinta ini akan terus ada

Semestinya tak ada hal itu
Seharusnya bukan cinta yang mengingkari
Sepertinya Kamu melepasku
Seandainya aku mengecewakanmu

Maafkanku jika buatmu menangis
Maafkankku jika kamu tersakiti
Aku hanya ingin membuktikan padamu
Aku punya cinta yang suci

Jujur aku takkan bisa
Jika bukan karena kamu
Yang mengubah segalanya
Bahkan menyadarkan diriku

Mungkin kita tak pernah bersama
Mungkin aku belum bisa buatmu bahagia
Tapi aku yakin ada waktunya
Walau saatnya aku telah tiada

Bila aku telah tiada
Apakah kamu merasa bahagia
Bila aku telah pergi
Akankah dirimu bisa menerima

Sadarkah bahwa Kamu
Yang menyelinap dihatiku
Aku yang merasa itu
Sadarkah Kamu

Bukan aku berkampanye padamu
Bukan aku berorasi didepanmu
Tapi aku hanya mengutarakan cintaku
Jadi pilihlah aku

Bila engkau butuh seseorang
Aku akan segera datang
Bila engkau merasa kesepian
Aku akan menjadi teman

Kamu kini jelas ada
Kamu datang menyapa
Kamu seolah mendengar
Kamu seakan memperhatikan


Berdiriku di depan rumahmu
Menanti Kamu membukakan pintu
Dan memperlihatkan senyumanmu
Yang membuat hariku semakin baru


Saat itu aku merasa berarti
Saat Kamu mau menanti
Menunggu kedatanganku
Untuk bertemu dengan dirimu

Cinta Kamu sepenuh hati
Pasti bahagia jika benar terjadi
Bahkan saat itu terjadi
Hal terindah yang kumiliki di dunia ini

Disaat aku dan kamu bersama
Menatap matahari sore yang senja
Senyummu semakin menambah indah
Pesona alami indahnya dirimu


Kamu telah membuat irama di hatiku
Walau nada-nada terdengar begitu mengganggu
Tetapi itu menjadi lagu
Tentang cintaku dan cintamu

Kamu telah percikkan rasa
Yang menggelora di dalam dada
Kamu telah bisikkan kata-kata
Yang memahat di dalam telinga

Tuhan jadikanlah aku kekasihnya
Kumohon aku hanya ingin dirinya
Yang bisa buatku tertawa
Karena aku jatuh cinta padanya

Aku akan berikan selalu indah dirimu
Aku akan iringi gerak langkah kecilmu
Aku akan menulis kisahmu dihatiku
Aku akan menyanyikan lagu cintamu



Terlalu bodoh memang diriku
Karena aku begitu mencintaimu
Tapi aku takkan pernah sanggup
Menahan perasaanku padamu

Semua terserah pada dirimu
Meski terdengar begitu ambigu
Namun cintaku ini tak begitu
Yang pergi cepat berlalu

Banyak pujian kulantunkan untukmu
Banyak lagu kunyanyikan padamu
Semua itu bermakna Satu
Kamu yang begitu mempesonaku

Mungkin ini bait terakhir
Tapi ini adalah awal
Cinta terakhirku yang hanya padamu
Dan kuyakin itu Kamu





Senin, 25 Januari 2010

Sebuah tulisan untuk cinta

Kalau hanya mengungkapkan cinta tak ada salahnya megatakan dengan ucapan. Kalau ucapan tak dapat memberi sebuah pengungkapan, maka cinta masih dapat diungkapkan dengan cara lain. Coba saja beri sedikit rasa dalam mengungkapkan cinta, seperti rasa pedas yaitu dengan emosi yang hanya dipakai ketika tak ada lagi nafsu untuk mencintai. Atau rasa manis, yaitu dengan memberi cinta itu kesetiaan dan kasih sayang yang lebih. Mengapa cinta perlu rasa? Karena rasa adalah bagian dari perasaan, sehingga orang yang bercinta lebih merasakan indahnya cinta yang dirasakan.

Kalau menerima cinta jangan hanya terlihat dari luar saja, namun dalamnya juga harus terlihat jelas. Agar cinta tidak buta, agar cinta tidak palsu, agar cinta bukan hanya untuk diterima namun untuk dihargai. Sehingga menghargai cinta itu pun tidak semudah membuat cinta itu jadi perasaan yang dirasakan. Cinta itu seolah-olah punya harga sehigga menghargai cinta itu adalah harga yang paling mahal. Jadi jangan pernah menganggap kita mudah mendapatkan cinta tanpa menghargai cinta itu.

Kalau mengerti akan cinta lebih baik jangan membuat cinta itu terlalu mudah untuk dimengerti. Sehingga setiap orang dapat mengerti apa itu cinta, ketika mereka bisa menemukannya.
Cinta itu dapat ditemukan dalam sebuah pencarian yang tulus., dalam sebuah pemilihan yang tepat serta pertimbangan yang dalam. Cinta tu tidak semudah memilih partai yang ada di dalam pemilu, atau menemukan uang receh di jalan yang berdebu.

Kalau menghilang dari cinta jangan pernah bisa membuat itu kembali. Karena terkadang cinta itu kejam sehingga dapat membunuh seseorang yang sedang berlari mengejar cinta. Mungkin lelah mengejar cinta, tapi itulah kehebatannya ketika engkau tak dapat menahan derita karena cinta.
Cinta itu sebuah anugerah dari Yang Kuasa sehingga tak seorangpun dapat menyaingi Cinta itu.