Sabtu, 10 Juli 2010

Someday

Someday

I just want to meet you
I just want to talk with you
I just want to see you
But Someday that I never know

Someday I will break the rule
Only to meet you
Whatever happen to me
I just want to meet you

Someday I will fly away
To make the sky close away
Givin my sounds clearly
I just want to talk with you

Someday I change my glasses
To clearly seeing you
Make my word talking
I just want to see you

But I never know
When the someday come to me?
and I only know
everyday is only you

Sepi

Sepi

Malam penuh bintang
Bulan datang menemani
Entah mengapa sepi
Hari ini begitu sepi dalam hidupku

Terkadang ingin kulukis wajahmu
Agar kau dapat menemaniku
Di malam yang sepi
Entah mengapa begitu hening

Kubenci engkau sepi
Kenapa selalu begini?
Batin ini, jiwa ini
Terus bergejolak

Aku berada dalam kesepian
Kesepian yang mendalam
Entah sampai kapan?
Kesepian ini menyelimutiku

Sementara saja

Sementara Saja


Kau ungkapkan cinta ketika ku telah sayang
Kau berikan aku kasih saatku memeluk dirimu
Bahagia diri ini ketika saat itu terjadi
Namun hanya sementara saja

Kasih sayangmu hanya sementara
Membuatku hancur selamanya
Ungkapan cintamu sekejap saja
Memecahkan jiwamu yang rapuh ini

Aku tak menyangka kaulah orangnya
Yang membuatku cinta tapi tak ada
Mengorbankan seluruh jiwaku
Hinga tak berharga untukmu

Menyesal ku mengenalmu
Mungkinkah dahulu hatiku bisu
Tak dapat berbicara sebenarnya dirimu
Yang mencintaiku sementara saja

kamu 1

Kamu

Kamu bisa bernyanyi di hatiku
Kamu bisa menari di anganku
Kamu yang memberi kedamaian
Kamu yang tak bisa kulupakan

Hanya kamu, aku terus bertahan
Untukmu, segalanya kuberikan
Memang dirimu yang kuinginkan
Walupun ku hanya bisa berangan

Jangan pergi dari anganku
Ku tak mau kehilanganmu
Walau hanya ada bayangmu
Namun bahagia bagiku

Bila sampai waktuku
Hanya kamu yang kumau
Karena satu cintaku
Hanyalah untukmu
Palsu


Mencintaimu adalah kebodohanku
Hingga aku tak pintar menyadarinya
Bahwa kau tak mungkin mencintaiku
Sampai kapanpun aku takkan tahu

Memikirkanmu tak penting bagimu
Karena aku hanya kau anggap debu
Yang datang dan berlalu
Tapi kau tak terganggu

Kau hanya kepalsuan dalam hidupku
Memberi pesona ketika aku pilu
Sehingga ku terpesona padamu
Ketika itu pula kau bunuh diriku

Selama kau masih ada di benakku
Ku tak yakin diriku akan sadar
Dan hati ini tak bisa ingkar
Bahwa kau hanya palsu

onetime

Onetime



Pagi ini sang fajar menyinari bumi disertai kehangatannya yang melebihi apapun termasuk hangatnya kasih sayang yang kurasakan. Tetapi aku selalu bisa memberi diriku sendiri sebuah harapan yang sangat besar untuk bisa memulai hari ini dengan semangat yang mungkin berkobar karena hangatnya mentari. Aku? Mengapa harus Aku? Mengapa bukan dia?
Sebuah pertanyaan yang selalu aku ungkapkan ketika melihat seseorang yang ingin kulihat atau bahkan tak sengaja kulihat.

Berapa kalipun aku mencoba berpikir, apa yang kupikirkan selalu membuat aku kembali berpikir lagi. Aneh memang yang terjadi, tapi itulah realita yang kualami. Semua mungkin berpikir bahwa aku terlalu bodoh untuk berpikir atau terlalu pintar untuk menjadi pintar. Tapi aku hanya manusia biasa bukan manusia super yang ada di dalam khayalan manusia biasa itu sendiri. Jadi beri aku jawaban mengapa ini begini? dan mengapa itu begitu?
Sehingga aku bisa mengetahui bagaimana aku harus menjawab pertanyaan yang tidak bisa kujawab.

Aku memulai sesuatu mungkin dengan hal yang tidak berguna, sehingga takkan ada yang mau menggunakan hal itu. Sehingga hanya bisa menjadi sebuah, seonggok, secercah kenangan yang tidak bisa dikenang. Lalu apa yang harus kuperbuat kemudian? Ketika semuanya hanya menjadi palsu, takkan ada yang memalsukan namun begitu menipu sang penipu. Butuh waktu untuk beranjak dari kebingungan tngkat tinggi ini karena semua yang membingungkan takkan membuat bingung seseorang yang telah bingung.

Pernah aku mengetahui sebenarnya apa yang telah diwujudkan olehku itu seperti mimpi yang terwujudkan olehnya. Membuatnya seperti kehilangan nafsu untuk menahan hawa nafsu yang datang. Membuat tubuhnya diam di pojok bangunan yang telah hancur secara diam-diam. Rentangkan angannya setinggi mungkin sehingga dia dapat terbang menerbangkan dirinya yang telah diterbangkan oleh tingginya angan.

Jangan beri aku sebuah tulisan yang mungkin aku tidak bisa menulisnya. Karena hanya bisa membuat aku seperti orang bodoh yang dibodohkan oleh keadaan yang membuatnya seperti tidak ada di dunia ini. Beri aku satu petunjuk yang menunjukkan bahwa aku telah menunjuk dia sebagai orang yang akan ditunjuk untuk memberi petunjuk.

Hitam putih duniaku seperti sebuah buku yang sampulnya kehitaman tetapi tulisan didalamnya tidak keputihan seperti memutihkan baju yang terkena noda karena telah dinodai. Birunya langit seperti cerminan dunia ini yang telah mengharu biru karena mencerminkan sesuatu yang mendunia. Kalau hanya warna yang mewarnai hidup ini, maka apa yang harus kuperbuat untuk menghidupkan apa yang telah dilukiskan oleh seorang pelukis? Masih terus menjadi pertanyaan yang mendalam serta sangat dalam untuk didalami selama mungkin.

Kalau bisa aku terus berlari sampai aku tak mengerti mengapa aku harus lari dari pelarian. Kalau aku harus bertanggung jawab, apa yang kujawab selalu saja penuh perhitungan serta pemikiran yang tak perlu dipikir dan dihitung. Aku harus bagaimana? Apakah itu yang kuucapkan ketika tak ada yang berucap sepatah katapun dalam ucapan itu.

Gundah gulana itu kata orang yang hidup dalam kegundahan untuk kehidupan yag selalu mengejutkan siapapun yang terkejut karenanya. Tangisan seseorang yang ditangisi menjadikan menangis itu sesuatu perbuatan yang selalu dibuat oleh orang-orang yang takkan mengerti apakah dia dapat dimengerti.

Jika harus diakhiri, sampai kapan ini akan berakhir? Kalau aku saja tidak dapat mengakhiri seuatu yang telah kumulai sejak awal sampai sang pengawal membawa semua ini untuk mengawali kembali apa yang telah kukembalikan. Dengan ini aku berpikir kalau aku bisa membuat ini menjadi kenyataan maka aku harus bermimpi sebelum aku tertidur dan memimpikan apa yang kupikirkan.

Selama aku masih bernafas, selama aku masih memiliki harapan, selama aku tak menjadi ampas dalam kehidupan, selama apapun itu, aku tak ingin berlama-lama menjadi seorang yang tak berguna yang selalu digunakan oleh orang lain untuk melakukan hal-hal yang mungkin diluar batasku dan diluar batasan mereka yang hanya bisa membatasi ruang gerak hidupnya yang sebenarnya akan tetap hidup walau mereka tak bisa menghidupinya.

kamu

Menahan perasaan


Aku, kebodohanku
Yang ada di dekatmu
Yang selalu disampingmu

Kamu, dan pesonamu
Yang membius diriku
Yang membuat diriku

Selalu menahan perasaanku
Untuk ungkapkan cintaku
Untuk buktikan sayangku
Hanya kepadamu

Kamu, kekuatanmu
Mengahancurkan batinku
Mengehentikan niatku
Untuk mendapatkanmu